Keyakinan Kelas Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar
Keyakinan
Kelas Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar
Oleh Umi Nandiroh
CGP Angk.4 Kab. Nganjuk
Kita
sering mendengar ada anak yang mendapat hukuman karena melanggar peraturan
sekolah.Ataupun juga mendengar anak yang mendapatkan hadiah karena patuh dengan
peraturan yang dibuat disekolah.
Padahal dalam paradigm baru kita tidak boleh
memaksakan kehendak jika tidak seuai dengan harapan kita.Karena ealitas
kebutuhan kita berbeda,setiap orang mempunyai gambaran yang berbeda dan hanya
orang yang bersangkutan sendiri yang dapat mengontrol perilakunya.
Oleh
karena itu kita perlu menumbuhkan kesadaran yang tumbuh dari diri sendiri. Kita
mengetahui bahwa motivasi bisa tumbuh karena untuk menghindari ketidaknyamanan
atau hukuman, untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain, atau
karena ingin menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri
dengan nilai-nilai yang mereka percaya.
Dalam
paradigma baru motivasi untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai
diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Yang perlu ditumbuhkan.
Sehingga anak tumbuh dan mempunyai disiplin yang positif.
Dalam
budaya kita, makna kata ‘disiplin’ dimaknai menjadi sesuatu yang dilakukan
seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kita cenderung
menghubungkan kata ‘disiplin’ dengan ketidaknyamanan.
Ki
Hajar Dewantara menyatakan bahwa “dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada
disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu
kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama
saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah
penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di
dalam suasana yang merdeka. (Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi,
Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan
Kelima, 2013, Halaman 470)
Untuk
menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus ada disiplin yang
kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri, yang memiliki motivasi
internal. Jika kita tidak memiliki motivasi internal, maka kita memerlukan
pihak lain untuk mendisiplinkan kita atau motivasi eksternal, karena berasal
dari luar, bukan dari dalam diri kita sendiri.
Adapun
definisi kata ‘merdeka’ menurut Ki Hajar adalah: mardika iku jarwanya, nora
mung lepasing pangreh, nging uga kuwat kuwasa amandiri priyangga (merdeka itu
artinya; tidak hanya terlepas dari perintah; akan tetapi juga cakap buat
memerintah diri sendiri)
Dalam
menubuhkan budaya positif berupa kedisiplinan perlu dibuat kesepakatan kelas
atau keyakinan kelas.Dalam pembentukan keyakinan kelas ada beberapah langkah yang perlu
dilakukan yaitu bagaimana proses pembuatan keyakinan kelas dan isi dari
kesepakatan kelas.
Proses
pembuatan keyakinan kelas harus menggunakan pendekatan kesadaran dalam membuat
kesepakatan kelas. Dalam hal ini sebelum membuat keyakinan kelas, guru terlebih
dahulu harus mengguanakan pendekatan agar terbentuk keyakinan kelas sesuai
dengan kehendakmmurid dan pembelajaran bisa terseenggara dengan lancar.
Guru
perlu memberikan penjelasan bahwa keyakinan kelas adalah Setiap tindakan atau
perilaku yang kita lakukan di dalam kelas dapat menentukan terciptanya sebuah lingkungan positif. Suatu
keyakinan akan lebih memotivasi
seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan
lebih tergerak dan bersemangat untuk
menjalankan keyakinannya, daripada hanya
sekedar mengikuti serangkaian peraturan.
Setelah
murid mempunyai kedaran untuk membuat keyakinan kelas, langkah selanjutnya
adalah dalam membuat kesepakatan kelas. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat keyakinan kelas adalah :
1. Melibatkan siswa
2. Dirumuskan secara bersama
3. Mendengarkan pendapat dari siswa
4. Tidak terburu buru memaksakan siswa menerima
kesepakatan.
Sedangkan isi kesepakatan
kelas harus mengacu pada harapan siswa, yaitu :
1. Sesuai
dengan tahapan perkembangan siswa
2. Tidak
ada pernyataan hukum dan tidak ada pernyataan hadiah
3. Keyakinan
kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.
4. Keyakinan
kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.
5. Pernyataan
keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
6. Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu
banyak, sehingga mudah diingat dan
dipahami oleh semua warga kelas.
7. Keyakinan
kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.
8. Semua
warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah
pendapat.
9. Bersedia
meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.
Dengan dibuatnya
keyakinan kelas, maka diharapkan tumbuh kedisiplinan yang muncul pada diri
sendiri, sehingga terwujudlah merdeka dalam belajar.



Komentar
Posting Komentar