Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

3.1.a.10. Aksi Nyata Praktik menjadi Pengambil Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Gambar
3.1.a.10. Aksi Nyata  Praktik menjadi Pengambil Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran   Oleh Umi Nandiroh CGP Angkatan 4 Kab Nganjuk A.     Peristiwa 1.          Latar Belakang       Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, Tut wuri Handayani artinya di depan memberi teladan, di tengah membangun motivasi/dorongan, di belakang memberi dukungan merupakan Pratap Triloka yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara Sebagai pendidik, kita harus menyadari bahwa setiap anak membawa kodratnya masing-masing. Kita hanya perlu menuntun segala yang ada pada anak, mengarahkan dan memberi dorongan supaya anak dapat berproses dan berkembang.     Sebagai calon guru penggerak harus  menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong pembelajaran yang berpihak pada murid, menggerakkan komunitas praktisi,, menjadi coach bagi guru lain dan mendorong kolaborasi antara guru.dan mewujudkan kepemi...

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

Gambar
  3.1.a.9. Koneksi Antarmateri Oleh Umi Nandiroh CGP. Angkatan 4 Kab. Nganjuk   “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Pengaruh Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka terhadap pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran Ketika R. M. Suwardi Suryaningrat yang kita kenal sebagai Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Nasional Taman siswa pada tahun 1922, beliau mencetuskan asas-asas pendidikan yang kerap kita kenal sebagai patrap triloka. Patrap triloka terdiri atas tiga semboyan yang sampai saat ini menjadi panutan di dunia pendidikan Indonesia: Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani. Umumnya semboyan tersebut diterjemahkan menjadi “di depan memberi teladan”, “di tengah membangun motivasi”, dan “di belakang memberikan dukungan”. Pandangan Ki H...

Koneksi Antarmateri – Modul 2.3

Gambar
  2.3.a.9. Koneksi Antarmateri – Coaching Oleh : Umi Nandiroh, M. Pd.I-CGP-4_Nganjuk   a.       Guru sebagai Penuntun (Sistem Among) Menurut   Ki Hajar Dewantara (KHD) Pendidikan adalah adalah proses menuntun yang dilakukan guru untuk mengubah perilaku murid sehingga dapat hidup sesuai kodratnya baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Guru harus memberikan apresiasi kepada murid sebagai mitra belajar,mendengarkan murid dan mengenali kekuatan diri sendiri serta kekuatan murid agar bisa menuntun murid menemukan kekuatannya. Dalam menuntun harus dengan semangat Tut Wuri Handayani yaitu mengikuti, mendampingi dan mendorong kekuatan kodrat murid secara holistik tanpa keinginan menguasai. b.       Guru sebagai Coach di Sekolah Coaching adalah sebuah percakapan, dialog saat seorang coach dan seseorang berinteraksi dalam sebuah komunikasi yang dinamis untuk mencapai tujuan, meningkatkan kinerja dan menuntu...