AKSI NYATA MODUL 3.3

AKSI NYATA MODUL 3.3

 

3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Program Kebersihan Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA)

Umi Nandiroh,M. Pd.I

CGP. Angkatan 4 Kab. Nganjuk

 


1.      Perisiwa (Fact)

  A. Latar Belakang

KHD menyatakan bahwa maksud pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Besok, dimanapun Anda berada, lakukan perubahan kecil dikelas anda (Nadiem Makarim).Untuk melatih dan menumbuhkan nilai kebersihan, perlu dilakukan program kebersihan agar tercipta lingkungan yang nyaman. serta pembelajaran bisa berjalan dengan baik.

Agar lingkungan bersih diperlukan peran serta peserta didik dan komponen sekolah lainnya. Murid bisa diajak dalam menciptakan lingkungan yang bersih tersebut dengan mengajak mereka memberikan pendapat berdiskusi, (suara) membuat beberapa rencana kegiatan (pilihan) sehingga murid merasa bahwa kebersihan adalah tanggung jawab mereka bersama (kepemilikan).

Agar program berjalan dengan baik, maka diperlukan peran serta semua aset yang ada di sekolah. Murid sangat dominan dalam program ini, mulai dari merencanakan dan melakukan aksi ini. Demikian juga pentingnya dukungan dari berbagai pihak termasuk kepala sekolah, tukang kebersihan dan sarana prasarana, mereka berperan menyukseskan program kebersihan tersebut.

Berdasarkan hal ini, saya melakukan proses pemetaan aset yang dimiliki oleh SMP Negeri 3 Kertosono yaitu 

-      Kepala sekolah  dan stake holder terkait menginginkan lingkungan yang nyaman agar pembelajaran yang berpihak pada murid bisa berjalan dengan baik dan memiliki profil pelajar pancasila

-     CGP sebagai pemimpin pembelaaran berusaha menubuhkan kepemimpinan murid melalui berbagai kegiatan termasuk Program kebersihan untuk menciptakan lingkungan yang Nyaman (Prokebunlingnya)

-            Murid sebagian besar sudah berperilaku bersih dan senang bekerjasama

-            Lingkungan sekolah yang mendukung program kebersihan

     Aksi ini diperlukan agar ketika guru mengajar kelas sudah dalam keadaan bersih, murid disiplin dalam membuang sampah serta petugas piket bertugas sesuai dengan jadwal yang disepakti. Tentu saja program ini menggunakan pendekatan berbasis aset dengan mendayagunakan semua aset yang ada disekolah. Dan program ini juga menumbuhkan kepemimpinan murid karena murid terlibat baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi program dengan memperhatikan suara (voice),  (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) murid.

Berdasarkan pertimbangan diatas, maka saya melaksanakan aksi nata yang berjudul Program Kebersihan Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) sesuai dengan komponen Profil Pelajar Pancasila yaitu berakhlak mulia, gotong royong, bernalar kritis dan kreatif.Dengan karakteristik lingkungan yang menumbuhkan kebersihan sekaligus menguatkan interaksi sosial dalam kelas secara positif, arif, dan bijaksana 

B. Alasan Melakukan Aksi Nyata

  Aksi nyata ini saya lakukan karena Program Kebersihan Untuk    Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) adalah program yang bertujuan untuk menumbuhkan kepemimpinan murid. Kepemimpinan murid terjadi ketika murid memiliki suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan.

Dalam Program Kebersihan Untuk    Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) murid dilibatkan dalam perencanaan program dan berpartisipasi aktif untuk menumbuhkan suara, pilihan kepemilikannya dalam melaksanakan program. Disamping itu murid juga bekerjasama dengan teemannya sehingga terjadi interaksi interaksi sosial dalam kelas secara positif, arif, dan bijaksana

Dalam program ini, murid menentukan sendiri anggota kelompoknya (Suara). Dan guru juga memfasilitasi murid agar dalam kelompok berdiskusi tentang kebersihan dari berbagai sumber (suara). Demikian juga murid dalam kelompok menyepakati hal hal yang dilakukan pada diri sendiri dalam menjaga kebersihan.(kepemilikan).Murid dalam masing masing kelompok memberikan masukan tentang kebersihan dan diwujudkan dalam bentuk poster dikelas.  Dan murid menentukan sendiri apa saja rancangan program dalam kebersihan.(pilihan).Kemudia Siswa secara berkelompok melaksanakan tugas kebersihan(kepemiikan).Disaming itu CGP juga memberikan motivasi pentingnya kebersihan kepada seluruh komponen sekolah agar menggunakan segala daya yang ada untuk menciptkan kebersihan sekolah. Sehingga murid secara individu dan berkelompok terbiasa menerapkan kebersihan dan Semua komponen sekolah memiliki kepedulian terhadap kebersihan sehingga tercipta lingkungan yang nyaman (Kepemilikan)

Tujuan Program

Adapun tujuan Program Kebersihan Untuk    Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) adalah :

1)  Untuk melatih dan mengembangkan kepemimpinan murid dalam menciptakan            lingkungan yang nyaman dengan memperhatikan suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership)  dalam proses, pelaksanaan maupun evaluasi untuk menciptkana lingkungan yang nyaman Dalam pembelajaran.

2) Membiasakan murid untuk berbudaya bersih baik di kelas, sekolah maupun dilingkungan sekitarnya.

Tolak Ukur

Adapun tolak ukur dari keberhasilan progam Kebersihan Untuk    Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) dengan menumbuhkan kepemimpinan murid dengan memperhatikan suara, pilhan dan kepemilikan murid serta menggunakan aset sekolah yang ada, diharapkan :

1)  Murid mempunyai kesadaran pada diri sendiri tentang kebersihan

2)  Siswa secara individu maupun berkelompok melaksanakan tugas kebersihan

3)Terwujudnya budaya Bersih untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dalam   pembelajaran.

Linimasa Tindakan BAGJA


 

C.    Hasil Aksi Nyata

Aksi Nyata pada 3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Muridi sudah dilaksanakan dengan baik dan lancer. Hal ini bisa dilihat dari :

1)       Setiap siswa sudah melaksanakan kebersihan pada dirinnya sendiri dan lingkungan sekitar.

2)   Dalam kelompok yang sudah ditentukan jadwalnya.kelas 7 8 setiap hari melaksanakan tugas kebersihan selama satu hari penuh selama jam pembelajaran

3)    Kelas 7 dan 8 setiap hari Jum’at. Semua siswa dan komponen sekolah lainnya melaksanakan Jum’at bersih. 1 jam pelajaran sebelum pelajaran dimulai.

 

2. Perasaan (Feelings) pada Saat Melaksanakan dan Merencanakan Program Kebersihan Untuk    Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA)

Merasa senang karena bisa melakukan aksi nyata Prokebunlingnya, sehingga murid mempunyai kesadaran dalam diri sendiri untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungannya sekitar. Dengan demikian proses belajar mengajar bisa berjalan dengan nyaman dan murid juga merasa senang di kelas/ sekolah karen bersih.

Juga merasa bangga melihat murid tumbuh kepemimpinannya dalam melakukan program Prokebunlingnya, karena dalam prosesnya saya melibatkan murid agar tumbuh kepemimpinan murid baik dari segi suara, pilihan maupun kepemilikan murid. apabila murid sudah mempunyai jiwa memiliki maka murid akan selalu menjaga kebersihan kelasnya, sehingga secara otomatis program Prokebunlingnya bisa terus berjalan dengan lancar.

Disamping itu juga merasa bersyukur bisa menerapkan program prokebunlingnya dengan lancar, sehingga kelas dan lingkungan sekolah yang nyaman. Bersyukur juga karena memanfaatkan aset ada yang disekolah dan menumbuhkan kepimpinan murid baik suara, pilihan dan kepemilikan dalam program PROKEBUNLINGNYA 

3. Pembelajaran (Finding)

Dengan memanfaatkan semua aset dengan pendekatan PKBA dan dengan memperhatikan pilihan, suara dan kepemilikan murid maka selain program prokebunlingnya bisa berjalan dengan baik , maka yang terpenting juga menumbuhkan kepemimpinan murid. Kebersihan kelas perlu dilaksanakan untuk mewujudkan suasana yang  nyaman dalam belajar, sedangkan kepemimpinan murid perlu ditumbuhkan agar menjadi pembelajar yang belajar sepanjang hayat. 

4. Penerapan ke Depan (Future)

Program Prokebunlingnya sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman, oleh karena itu program tersebut perlu dilakukan secara terus menerus,. Dalam hal ini masih ada beberapa hal yang harus mendapat perbaikan yaitu :

a.      Masih adanya murid dan komponen sekolah yang belum menjaga kebersihan baik pada diri sendiri maupun lingkungan.

b.         Murid tidak mau berkerja dalam kelompok.

Untuk mengatasi hal tersebut langkah kedepannya adalah :

a.         Melakukan restitusi dan coaching

b.         Peninjauan kembali anggota kelompok

c.         Memaksimalkan peran ketua kelompok.

Mudah mudahan dengan adanya perbaikan tersebut, untuk kedepannya Program Kebersihan Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) semakin berjalan dengan lancar dan  sukses.

 

DOKUMENTASI AKSI NYATA Program Kebersihan Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA)

 

1.    Melakukan sesi dialog dengan perwakilan anak kelas 7 dan 8 untuk menguatkan ide di tahap       awal ini untuk menumbuhkan suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) murid.


2.    Adanya respon positif dari siswa berupa masukan, gagasan ide tanggapan dari diri, kelompok   kecil dan kelompok kelas.ditampilkan dalam bentuk Poster dan Jadwal Piket Kebersihan.


3.
      Melengkapi sarana prasarana kebersihan.



 4.    Komitmen dari diri murid, kelompok kecil dan kelompok kelas dalam pelaksanaan program dalam         kesehariannya,    agar menjadi pembiasaan dan akhirnya menjadi sebuah budaya di kelas.(Memiliki).

5.     Terwujudnya kelas yang bersih yang merupakan salah satu hasil dari Program Kebersihan Untuk Menciptakan    Lingkungan Yang Nyaman (PROKEBUNLINGNYA) yang menumbuhkan suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership)murid.

 



Komentar

  1. Program yang bagus, sederhana namun langsung berdampak pada siswa dan sekolah, melalui pemberdayaan aset yang optimal. Program yang terencana, sistematis, terukur, terarah, serta sangat memperhatikan potensi yang dimiliki menjadikan program ini sangat bermanfaat. Sukses selalu.

    BalasHapus
  2. bagus banget bu umi programnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

3.1.a.10. Aksi Nyata Praktik menjadi Pengambil Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran