3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
3.2.a.10. Aksi Nyata - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber
Daya
Kebanggaanku Berdo’a Setiap Waktu
(KEBABSEWA)
Umi Nandiroh, M.Pd.I, CGP Angkatan 4, Kabupaten Nganjuk
A. Latar Belakang
Seorang guru sebagai pemimpin
pembelajaran harus mampu mengelola pembelajarannya dengan memanfaatkan semua
sumber daya yang ada. Karena semua sumber daya, masing masing memiliki potensi yang
bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran di kelas. Guru sebagai pemimpin
pembelajaran harus mengadakan pembelajaran yang berpihak kepada anak.
Menggunakan pembelajaran yang berdiferensiasi agar semua kebutuhan belajar
murid terpenuhi.
Untuk mengadakan pembelajaran yang
ingin dicapai tersebut, guru perlu mengidentifikasi dan memanfaatkan semua aset
di kelas. Dengan mengidentifikasi dan memberdayakan aset dikelas, maka semua
komponen akan mempunyai rasa memiliki, sehingga pembelajaran bisa berjalan
dengan baik dan tujuan yang ingin dicapai berhasil.
Dalam keseharian, sering kita
melihat anak yang melakukan aktivitas tanpa didasari apakah itu baik atau
buruk. Bahkan kadang anak suka mengatakan sesuatu yang tidak baik dengan keras
dan tanpa merasa bersalah. Saya menganggap perlu adanya tindakan agar semua
aktivitas yang dilakukan siswa adalah bersifat positif, dan mendasarkan semua pekerjaan dengan niat yang
baik. Semua itu bisa terwujud jika didasari dari motivasi yang tumbuh dari
diri anak sendiri.Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengawali kegiatan
atau pekerjaan dengan berdoa.
Dalam rangka mewujudkan itu semua,
saya mengadakan aksi nyata yang berjudul
“Kebanggaanku Adalah Berdoa Setiap Waktu (KEBABSEWA). Agar kegiatan tersebut
bisa berjalan dengan baik maka menggunakan semua aset yang ada di kelas yang terdiri dari 7 aset, yaitu
modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan, modal finansial,
modal politik, dan modal agama dan budaya. Sedangkan pendekatan yang
digunakan menggunakan pendekatan kolarboratif
(Inquiry Apresiatif) BAGJA
- Deskripsi Aksi Nyata
1. Tujuan
1. Menumbuhkan
motivasi pada murid untuk mengamalkan kebiasaan berdoa dalam kesehariannya
2. Meningkatkan kebiasaan Murid berdoa dalam kesehariannya
3. Memanfaatkan sumber daya yang ada di kelas untuk keberhasilan program KEBABSEWA (kebiasaanku berdoa setiap Waktu)
2. Tolok Ukur
1.
Setiap murid dalam kelompok berpartisipasi dalam program Pembiasaan
berdoa
2.
Murid terbiasa
melaksanakan kebiasaan berdoa setiap waktu.
3. Semua aset di kelas dimanfaatkan dalam kegiatan keberhasilan program KEBABSEWA (kebiasaanku berdoa setiap Waktu)
3. Linimasa tindakan yang akan dilakukan (BAGJA)
a.
Buat Pertanyaan
-.
Bagaimana cara memotivasi dan membiasakan murid agar terbiasa berdoa
dalam kesehariannya.
b.
Ambil Pelajaran
- Beberapa murid sudah terbiasa berdoa dalam
kesehariannya
- Murid-murid senang jika diminta melafalkan doa yang biasa
dilakukan dalam kesehariannya.
c.
Gali Mimpi
-
Setiap murid bisa memiliki kebiasaan berdoa
-
Siswa memiliki kebiasaan membaca dan berbagi kebiasaan tersebut kepada
temannya dalam satu kelas.
d.
Jabarkan Rencana
- Kelas
memiliki jadwal kelompok yang memimpin berdoa.
- Setelah
bel masuk jam pelajaran murid melakukan pembiasaan dengan membaca doa
keseharian selama 10 menit pada hari Jum’at
- Guru
yang pertama mengajar memantau jalannya kebiasaan melafalkan bacaan berdoa setiap hari Jum’at..
- Pengawasan
pelaksanaan program kegiatan diawasi oleh wali kelas, guru mata pelajaran dan
CGP
- Ada
satu buku catatan yang dipegang oleh CGP untuk
mencatat kegiatan membaca do’a di kelas
e.
Atur Eksekusi
Penanggung jawab dan pengarah adalah Wali kelas, guru mata pelajaran dan CGP
C. Hasil Aksi Nyata “Kebanggaanku Adalah Berdoa Setiap Waktu (KEBABSEWA)
a. Terbentuknya
daftar doa yang dihafalkan setiap hari Jum’at yang dibuat dan disepakati oleh
peserta didik bersama dengan guru agama.
b. Terbentuknya
daftar kelompok siswa yang menghafalkan didepan sesuai dengan pilihan siswa,
dan kesepakatan bersama.
c. Menguatnya
kebiasaan berdoa siswa yang ditandai dengan siswa bisa melafalkan do'a
keseharian
- Pembelajaran Yang Didapat Dari Pelaksanaan
1. Pentingnya
membuat pembelajaran yang melibatkan semua aset di kelas agar tujuan
pembelajaran bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang sudah
dirumuskan.
2. Perlunya
menggunakan semua aset termasuk aset
berupa media yang lain seperti poster untuk menumbuhkan kebanggaanku adalah
berdoa setiap waktu (KEBABSEWA).
3. Adanya
dukungan dari dari berbagai pihak terkait, sarana dan prasarana yang memadai
sangat berkontribusi dalam usaha membangun kebiasaan berdo’a
4. Layanan
restitusi dalam menyelesaikan
permasalahan memfokuskan peserta didik untuk belajar dari kesalahan, menuntun
untuk melihat ke dalam diri, memperbaiki hubungan, fokus pada karakter dan
solusi.
5. Untuk menerapkan
KEBABSEWA, perlu juga melaksanakan coaching dengan pihak terkait agar program
bisa berjalan dengan baik
- Rencana Perbaikan Untuk Pelaksanaan Di Masa Mendatang
Ada
beberapa hal yang menjadi rencana dalam perbaikan dalam pelaksanaan aksi nyata
“ kebanggaanku adalah berdoa setiap waktu (KEBABSEWA)".yaitu :
1. Setiap 1 bulan, perlu disepakati lagi hafalan kebiasaan
berdoa yang perlu dihafalkan didepan. Juga mungkin komponen anggota kelompok
perlu dibenahi.
2. Guru dan komponen sekolah yang lainnya, juga harus selalu peduli
dan mengarahkan anak dalam pelaksanaan kegiatan “ kebanggaanku adalah berdoa
setiap waktu (KEBABSEWA)"
3. Guru dan komponen sekolah harus selalu mengingatkan anak
agar selalu mengamalkan kebiasaan berdoa
setiap waktu.
4. Selain itu perlu
koordinasi dan kolaborasi dengan orang tua, guru pengajar yang lain, guru BK
dan pemangku kebijakan sekolah dengan lebih intesndi agar pelaksanaan
pembelajaran kebanggaanku adalah berdoa
setiap waktu (KEBABSEWA). lebih cepat terealisasi,berkembang dan terawat.
DOKUMENTASI TINDAKAN AKSI NYATA” Kebanggaanku Adalah Berdoa Setiap
Waktu (KEBABSEWA).
1. Komunikasi perencanaan tindakan dan revisi perencanaan, serta sosialisasi bersam kepala sekolah kepada warga sekolah.
3. Tindakan
a. Pembuatan Daftar Pilihan Hafalan Do'a (Pembelajaran Berdiferensiasi), Murid memilih sendiri bacaan Do'a baik melalui buku ataupun HP dan Tablet sekolah.
b. Pembentukan kelompok yang bertugas menghafalkan doa setiap Jum’at dikelas
c. Menjalin Komunikasi dengan Komponen Sekolah
d. Memberikan motivasi dan bimbingan (layanan Restitusi, coahing).
4. Penerapan pembelajaran Kebanggaanku berdoa setiap waktu KEBABSEWA
a. Berdo’a Setiap Waktu
1)
Siswa dalam kelompok kelas bertugas membacakan
hafalan do’a keseharian Setiap Hari Ju'at Di Awal Pelajaran
2) Siswa melaporkan daftar bacaan yang sudah dihafalkan dan sudah diterapkan kepda orang tua dan gruu.














Komentar
Posting Komentar